Bulan Bintang & Matahari

I am not a star. I am not even close to be the Sun. I am not able to reflect light from the Sun when night comes. I am only a traveller who is wandering around this small world, doing little business, living small history. But I have a " Bulan Bintang & Matahari" consist of me, him, and our little Kaylia. That is what I call my universe : bulan bintang dan matahari.

Wednesday, March 16, 2005

You've Got a Mail, Ner !

Alhamdulillah so far kehamilan lu nggak ada masalah.
Tentang kesedihan lo dari wanita karir menjadi wanita rumahan, emang rada beurat (Lenni juga ngalamin hal yang sama lho)... Mungkin perasaan lo itu timbul karena be-te dan boring di rumah melulu dan muncul pikiran bahwa capabilitas lo berkurang gara-gara di rumah melulu. Having no money, powerless, and so on...


Tau gak, Ner... kalo lu udah melahirkan dan nggak ada kewajiban mesti keluar rumah untuk bekerja berarti elo ibu yang sangat beruntung:

1) lo bisa kasih ASI ekslusif s.d. 6 bulan karena jiwa raga lo hanya untuk anak...kan berarti biaya susu formula bisa di-eliminasi (harga rata-rata Rp60.000 per kaleng 400 gram, perbulan seorang bayi bisa menghabiskan 5 - 6 kaleng) --> Biaya susu kaleng anak gue lebih rendah karena gue masih kasih ASI ketimbang biaya si Joe yang ASI-nya udah nggak keluar lagi.

2) untuk mengurangi penggunaan diapers yang mahal, lo bisa pake popok semi karet yang bisa dicuci dan dipake ulang. Barangnya ada di Yen's Setiabudi. Anak lo nanti nggak rewel karena kebasahan tapi lo nggak perlu biaya ekstra untuk diapers (seorang bayi yang full diapers 24 jam memerlukan 6-7 diapers/hari=240 diapers/bulan dan harga Mami Poko per buah adalah kira2 Rp1900...bayangin berapa fulus bisa dihemat

3) karena tidak bekerja, berarti lo menghemat biaya baby sitter yang rata-rata Rp500-6000ribu / bulan

4) ibu yang tidak bekerja di luar rumah memungkinkan untuk full nurturing dan menciptakan playgroup untuk anaknya di rumah. Elo akan banyak punya waktu untuk menciptakan berbagai kegiatan untuk mengajarkan kemampuan dasar (berhitung, bahasa, doa-doa, musik, dll) dan permainan edukatif yang bisa lo contek dari buku atau majalah parenting --> anak lo bisa jadi lebih pinter dan cerdas ketimbang anak yang dititipin ke playgroup atau pembantu lho

5) ibu yang tidak bekerja mampu menjalani peran sebagai "teman" yang berkesan bagi anak karena memiliki banyak waktu untuk bermain dgn sang anak --> pengalaman sohib gue SMA, Ade, yang sukses melewati "masa bermain bersama anaknya" dan baru kembali bekerja setelah anaknya 3,5 tahun dan si anak siap masuk TK serta punya kegiatan sendiri.

6) rejeki bagi anak bukan hanya dilihat dari kesiapan materi yang dimiliki kita sebagai orang tua, tapi juga kesehatan anak (jadi ngga perlu biaya dokter dan obat karena sakit), bawaan/karakter anak yang memudahkan pengasuhan (nggak susah makan/minum jadi nggak perlu repot cari/masak makanan yang aneh-aneh, gampang kalo kita titipin ke nenek-kakeknya...hehehe), kemampuan akademis dan kreatif anak (jadi nggak perlu terlalu banyak les ini-itu yang memerlukan biaya, bahkan kalo anak kita pinter bisa membiayai sekolahnya sendiri...hihi...kan untung di kita)

7) untuk menjadikan anak sholeh tentu kita sendiri harus sholehah, ayahnya juga harus sholeh.Kalo belom sholeh yaa setidaknya dalam proses menuju kesholehan lah, yang penting usaha...kan namanya juga never ending process...

8) anu terakhir mah percaya dan yakin rejeki mah ti Alloh SWT semata.

Nah, bukankah ke-8 poin di atas merupakan kelebihan elo dibanding ibu-ibu lain yang nggak punya kesempatan emas kaya elo. Namanya juga hidup, pasti ada pilihan. Dan pilihan elo adalah pilihan terbaik bagi bayi lo,u made the right decision long before the baby came into your life. Someday, somehow, the baby will be thankful for that.

PS : Dari 8 poin di atas, gue bergerak dari no 8 ke atas...hehe...Means No. 5 upward are things I couldn't do completely. Sedih gak seeh ???

Gichu aja ya, Ner... hope this will help.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home