Bulan Bintang & Matahari

I am not a star. I am not even close to be the Sun. I am not able to reflect light from the Sun when night comes. I am only a traveller who is wandering around this small world, doing little business, living small history. But I have a " Bulan Bintang & Matahari" consist of me, him, and our little Kaylia. That is what I call my universe : bulan bintang dan matahari.

Thursday, March 10, 2005

Something about Hijrah

Jakarta, 13 Februari 2005, 4 Muharram

Assalamu’alaikum Wr Wb, Atchien, Fetchy …
Selamat tahun baru ya, mudah-mudahan Allah SWT berkenan menggerakkan hati kita untuk “berani” hijrah ke sesuatu yang lebih baik : tempat yang lebih baik, hal yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan tentunya ibadah yang lebih baik.

Ketika pertama kali membaca judul buku ini gue langsung tertarik : Pagi ini Aku Cantik Sekali. Jarang sekali gue temui obrolan tentang Islam dan muslimah yang menggunakan kata “cantik”. Kata “indah”, mulia, sholehah, berbakti…mungkin lebih melekat pada sosok muslimah ideal. Padahal nggak ada salahnya juga berharap dan berusaha secantik foto model kan… ? So, judul itu catching my eyes dan mendorong gue untuk beli.

Hasilnya ? Nggak kecewa sama sekali. I enjoyed the book. Walopun ada rasa iri terselip di sudut hati gue yang terdalam. Coba gue bisa menuliskan pikiran gue sebaik Azimah Rahayu. Barangkali gue bakal jadi penulis, dan bukan jadi pegawai kaya sekarang. Tapi yang bikin gue lebih iri adalah istiqomah-nya dia untuk berjuang di jalan Allah dengan caranya sendiri : menyampaikan kebenaran, menyebarkan kebaikan, menularkan cinta kepada-Nya lewat tulisan. Gue jadi nanya-nanya sendiri : apakah 9 jam yang gue habiskan di kantor setiap hari itu, yang 37.5% dari 24 jam gue itu, sudah merupakan jalan perjuangan gue menyampaikan kebenaran, menyebarkan kebaikan, menularkan cinta kepada-Nya ? Atau hanya sekedar jalan gue cari uang ?

Yah, gitu deh, Tchien, Fetch...mungkin karena gue udah makin “tua” jadinya makin banyak hal yang mampir di pikiran gue. Kebeneran lagi pas awal tahun hijriyah… Akhirnya gue putuskan bahwa apapun jalan yang gue tempuh, gue mesti berniat dan berusaha melakukannya hanya dalam rangka untuk mendekat kepada-Nya. Perubahan yang dahsyat sungguh merupakan kemustahilan. Jadi ya realistis aja, seperti kata Aa Gym : mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga.

You know what I did for the very start ? Berhubung I am only ordinary people, doing small business around small world ya mentoknya ngerapihin meja kantor gue yang udah mirip kaya bak sampah saking penuh dan kacaunya. Tujuannya cuma satu: biar gue nggak bingung, nggak males, dan nggak stress. Mudah-mudahan dengan begitu gue bisa kerja lebih baik, lebih memberi nilai tambah bagi semua pihak. Itung-itung awal yang baik untuk bisa menyampaikan kebenaran, menyebarkan kebaikan, dan menularkan cinta kepada-Nya.

Jadi kaya curhat gini yah, prenk ? Ga papa ya ? Udah lama kita nggak ngobrol. Dan udah lama banget gue nggak ngobrolin subyek ini dengan temen-temen gue. Setaon terakhir gue berkubang dengan issue kehamilan en ngurus anak. Gue kangen sharing ttg Islam nih.

Oh ya, tentang hijrah tadi. Gue mesti berterima kasih banget ama Kang Nandang ketua kelas kita yang kocak itu. Ramadhan tahun 1997 jadi momentum yang berharga buat gue. Waktu itu kita bu-bar di rumah Mbil, kang Nandang nyampein ceramah singkat. Lo-lo inget nggak? Sederhana aja sih yang dia bilang. Dia nanya sejauh apa sih cinta kita ama Allah dibanding ama gacoan ato kecengan kita ? Katanya kita cinta ama Allah, katanya kita nyatain cinta 5 kali dalam sehari, katanya kita muslim… tapi kok tanda cintanya cuma begitu-begitu aja. Nggak ada perubahan, nggak ada kemajuan.

Gue langsung merasa tertohok. Sumpeh… bener banget apa yang dia bilang. Sholat bolong-bolong, amal yang laen juga standar eh, dibawah standar ding. Jadi gimana, dong ? Gue stress banget waktu itu. Gue tanya ke diri gue, hal apa sih yang termudah yang bisa gue lakuin yang termasuk kategori perbuatan yang disukai Allah ? Nggak tau kenapa wearing hijab/kerudung came on top on my list. Padahal itu bukan hal yang “disukai” Allah tapi “diwajibkan” setelah yang wajib-wajib secara eksplisit di Al Qur'an. hehe…

Gue mikirnya gini, kali kalo gue pake jilbab gue jadi punya malu untuk ngelakuin yang aneh-aneh. Kali “image baik dan alim” yang melekat di sosok cewek berjilbab itu beneran kejadian di diri gue setelah gue pake jilbab nanti.. Gue pernah baca bahwa image building itu sama pentingnya dengan building process itu sendiri karena saling terkait : ketika orang bilang kita cantik, kita jadi ge-er dan bilang : “Iya kali ya, gue cantik.” Dan kita akan inget-inget baju apa yang kita pake saat dibilang cantik, inget gimana suasana hati kita dan apa aja yang kita obrolin sampe dia memuji begitu. Terus kita akan berusaha gimana caranya supaya orang memuji kita terus. Tapi ketika orang nge-judge kita buruk rupa, pasti kita bakal jadi be-te dan emang jadi jelek beneran karena dongkolnya.

Alhamdulillah Allah ngasih jalan, and thanks to kang Nandang for breaking the ice inside my heart, akhirnya gue nekat aja pake jilbab. And I still remembered the moment as the most encouraging decision I ever made. Itu merupakan hijrah gue yang pertama yang mengilhami hijrah-hijrah gue selanjutnya termasuk beberes meja kantor gue. Beberes-nya sih sepele dan konyol kali buat orang laen tapi niat gue di balik beberes itu worth something for me. Setidaknya ada niatan selaen nyari nafkah, bea siswa sekolah S2, aktualisasi diri, dan hal-hal standar laennya.

Meski nggak kepikiran pas tahun 1997 itu, tapi tulisan Azimah di halaman 39 tentang Mode Egaliter gue rasa bener banget. Emang sih, banyak hal yang gue “pilih” untuk nggak gue lakonin gara-gara predikat jilbab : dugem, nongkrong ampe pagi kaya dulu, pacaran (ga papa, lagian sebelom pake jilbab juga nggak punya), dll. So what gitu loh ? Kalo ada hal yang kacau setelah gue pake jilbab nanti, ya udah… kalo nggak pake jilbab juga nggak bakalan mengurangi kekacauan itu. I got nothing to loose.

Dalam kenyataannya, ternyata jilbab bikin gue PD dan nyaman kok. Emang sih…secara alamiah gue rada-rada tersisih dari “pergaulan di dunia persilatan” yang asyik dan funky. Secara alamiah juga gue rada-rada terperosok ke ”pergaulan di dunia lain” yang penuh tuntutan. Lama-lama penilaian orang yang “overvalue” ke gue yang nggak “sebaik” itu berubah jadi motivasi untuk usaha jadi “sebaik” itu. Hasilnya, yaah meskipun proses-nya lambreta… I still can say : I’m working in process. Barang setengah jadi ‘kali…hehe. Untuk itu gue minta lo-lo ”berani dan tulus” ngingetin gue kalo gue salah ato ada tanda-tanda ke sana.

Oh ya, yang nambah bikin pe-de adalah gue menikmati Agatha Christie, Mozart, Beethoven, P. Ramlee dan yang udah pada almarhum semua...dan gue nggak peduli how did they look and what they wore. Tapi karya mereka tetep diakui dunia, even long after their death. On the contrary, pengakuan yang dirindukan lewat penampilan mungkin hanya dicapai selama kita bisa tampil chic di depan khalayak, yang ‘kali cuma bertahan ampe 40-50 taun ke depan, itu juga kalo Insya Allah umur panjang ampe 75 taun. Jadi hubungan antara produktifitas rendah dengan jilbab itu nonsense banget.

Jadi, itu juga yang bikin gue kepincut ama buku ini and recommend you to read it. Enaknya sih dibaca slowly, relax, and ga buru-buru. Mungkin nggak semua kisahnya menarik buat lo ato buat gue, tapi mostly buku ini : bolehlah. Mudah-mudahan lo-lo suka dan find it enjoyable.Trus, yang lebih penting lo bisa dapet sesuatu yang agak bernilai dari sana.

Fetch…Tchien…, kita mungkin jarang ngobrol intens, sekarang apalagi..karena kesibukan kita. Mudah-mudahan buah pikiran Azimah dan buku ini bisa jadi medium obrolan kita, seperti Nokia yang connecting people, seperti satelit yang menghubungkan dunia, seperti bintang yang setiap kemunculannya ditatap banyak orang meski mereka tidak saling kenal atau selalu bertemu.

OK deh, Atchien, Fetchy…sekali lagi selamat tahun baru. Selamat ber-hijrah. Terima kasih banget udah jadi temen dalam perjalanan hijrah gue.
Wassalamu’alaikumWr. Wb.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home