Bulan Bintang & Matahari

I am not a star. I am not even close to be the Sun. I am not able to reflect light from the Sun when night comes. I am only a traveller who is wandering around this small world, doing little business, living small history. But I have a " Bulan Bintang & Matahari" consist of me, him, and our little Kaylia. That is what I call my universe : bulan bintang dan matahari.

Monday, March 14, 2005

Pilihlah Aku

Jakarta, 14 Maret 2005

Hari ini Mbak Indah (my officemate) mulai masuk kerja lagi setelah cuti melahirkan. Dia sedih banget kudu ninggalin anaknya dan bertanya-tanya kenapa juga cuti melahirkan itu nggak 6 bulan aja, ato minimal 4 bulan lah...kaya di beberapa negara barat sana. Jadi kan bisa ngasih ASI ekslusif.

Ibu jadi inget dengan pengalaman sendiri deh, Kaylia. Begitu masuk kantor lagi, 2 bulan setelah kamu lahir, Ibu nggak punya energi untuk melakukan apa pun di kantor. Percaya nggak, mau bikin surat atau memo sederhana aja mikirnya lama. Boro-boro mau nyebur lagi di query-nya Oracle dan sederet tabel di database. Ibu bener-bener jadi Dorry, itu lho ikan yang hanya punya short memory di film Finding Nemo.

Banyak temen dan info dari internet yang bilang bahwa IQ seseorang memiliki kemungkinan untuk berkurang hingga 20 poin pada ibu hamil dan ibu setelah melahirkan sampai kira-kira 6 bulan. Setelah tau bahwa kemunduran kecerdasan itu alamiah dan hanya bersifat sementara, Ibu jadi nyantai. Malah menikmati segala ”fasilitas khusus” sebagai ibu menyusui : nggak usah lembur, bisa izin pulang cepet sewaktu jadwal imunisasi, bisa nawar untuk nggak dinas luar kota, dan perhatian penuh dari temen di ruangan kerja. Belom lagi disuruh makan banyak, dibawain masakan rumah dari Bu Dina, boleh istirahat lebih lama karena mesti berbuat mesum (memerah susu murni...hehe). Woww, ternyata nikmat banget jadi ibu.

Tapi kembalinya Ibu ke kantor membuat Ibu harus terpisah sama kamu minimal 9 jam sehari. Belom lagi kepotong waktu bobo selama 9 jam. Sisanya tinggal beberapa jam ba'da sholat subuh, menjelang maghrib sampe kamu bobo. Ada konsekuensi untuk itu : masa babymoon kita cepet sekali berakhir dan mungkin masa itu nggak akan pernah bisa terganti.

Itulah pilihan, Kaylia sayang. Life is about choosing something even when you don’t have choices at all. Dan pilihan Ibu itu mahal harganya. Mulai dari rasa bersalah, kecil hati dan tertekan akibat tidak mampu memberi full ASI, penilaian yang Ibu rasa ”kurang adil” dari beberapa anggota keluarga dan komentar pedas tentang berbagai kekurangan Ibu lainnya.

Hal-hal di atas belum termasuk robeknya hati Ibu ketika senyum kamu tertuju ke arah lain. Ketika tangan kamu terjulur dan bukan Ibu yang kamu inginkan. Ketika kamu menangis dan terdiam oleh senandung orang lain. Ketika kamu berceloteh dan terkekeh karena asyiknya bercanda bersama si Mbak dan Suster. Ibu merasa sedikit tersisih dan tersingkir dari peredaran.

Untuk beberapa orang perasaan itu tidaklah penting sehingga they make it so much harder for me. Banyak air mata yang tak tertahan sehingga hati Ibu sempat jadi sempit dan kotor. Tapi entah gimana, kamu selalu jadi penyelamat buat Ibu. Dulu ketika banyak kesangsian akan kecukupan ASI untuk kamu dan ”menyarankan dengan keras” untuk menggunakan botol dan susu formula, kamu memberontak, menjerit, mengamuk. Tidak ada yang kamu inginkan selain Ibu (atau air susu Ibu, tepatnya). Kamu menyelamatkan Ibu dari jurang perasaan tidak berguna.

Begitu juga ketika Ibu mendengar komentar menyakitkan minggu lalu dan Ibu hanya bisa menelan ludah, dengan gagah perkasa kamu bela Ibu dengan memeluk Ibu erat-erat saat itu. Dengan memilih Ibu ketika banyak tangan mengajak kamu. Dengan berteriak histeris ketika Ibu pulang keesokan harinya.

Ketika kamu tertidur pulas di pelukan Ibu dan air mata sudah mengering, Ibu menyadari bahwa hikmah datang dalam berbagai cara, waktu, tempat, dan kemasan. Bukankah berlian tetap akan jadi berlian, tidak peduli ada di tangan siapa ? Betapa pun menyakitkan penilaian bahwa Ibu bukan ibu yang cukup baik, tapi Ibu harus cepat mengambil pelajaran dari situ. Kalo enggak, hanya akan mendatangkan kekotoran hati dan kerugian.

Kaylia, sayang...maafkan Ibu karena pernah melalaikan kamu, pernah sedikit menomorsekiankan kamu, pernah menumpuk kamu diantara map dan file kantor Ibu. Maaf karena waktu Ibu untuk kamu banyak tersita percuma. Ibu tidak punya dalih apa pun tentang yang kemarin-kemarin itu, tentang Ibu lupa menelfon, tentang lembur, tentang jalan-jalan di hari Sabtu tanpa kamu, tentang makan siang kamu di hari Minggu yang tanpa Ibu, tentang segala kekurangan Ibu yang selalu kamu maklumi.

Please, give me a second chance. I can’t promise you anything but my unlimited love. I can’t say that I will be a perfect mother but I’ll do my best for you. So, when some hands are available for you, please choose mine !

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang....

Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..... tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kita tetap menang hanya karena kamu berbahagia........ dapat mencintai seseorang...... lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.....
(dari Novel berjudul "Cinta yang terlambat" Penulis: Dr. Ikram Abidi)


With abundant unseen love

Ibu

0 Comments:

Post a Comment

<< Home