Bulan Bintang & Matahari

I am not a star. I am not even close to be the Sun. I am not able to reflect light from the Sun when night comes. I am only a traveller who is wandering around this small world, doing little business, living small history. But I have a " Bulan Bintang & Matahari" consist of me, him, and our little Kaylia. That is what I call my universe : bulan bintang dan matahari.

Wednesday, March 30, 2005

I Apologize

Gue pernah dicelain gaptek, gagap teknologi, ama Feti. Iyyya seehhh... plus guptek, gugup teknologi ..hihi...kalo bukan karena kerjaan yang nuntut gue make high tech devices, ’kali gue udah kemana tau deh... Nggak tau nih, mind set gw harus segera diubah karena bakalan rugi kalo gue nurutin ’ke-urdu-an” gw...(ngomong-ngomong Urdu itu salah satu bahasa etnis India kan ? kok bisa ada hubungannya dengan kuno, rikiplik, dll sih ?).

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, rasanya sebel aja karena gara-gara gue nggak memperhatikan kode etik electronic information jadinya gue ketempuhan. Bener-bener sial deh, gw nyesel...ngapain juga gue pake forward-forward segala.. Penyakit maen forward itu kali ini bikin gue kapok deh.

Kejadiannya jumat sore-sore, pas banget gw hepi mau week end... Tapi apa mau dikata, nasi udah jadi bubur saring... Ya udah. Akhirnya gw kirim email ke ”downline” gue.. dengan harapan mereka smart enough to not send the damned mail to their friends.

Bapak dan Ibu Yth.

Sebelumnya saya mohon maaf atas email ini dan atas informasi yang tidak benar akibat beredarnya email ttg xxx, yaitu bagian paling atas sbb : xxx.

Dengan rasa sesal yang mendalam, saya sampaikan via email ini bahwa kejadian ini adalah kesalahan saya sebagai penerima informasi yang langsung mem-forward tanpa mempertimbangkan akibat buruk yg ditimbulkan.

Saya memohon maaf karena telah meneruskan informasi yang sangat menyesatkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Mohon Bapak dan Ibu menyampaikan/meneruskan kepada penerima email yang telah menerima email tsb dari Bapak & Ibu untuk tidak mengirimkan email tersebut dan memutuskan rantai informasi tersebut sampai di sini.


Hormat saya,


Walhasil, sepanjang week end gw gelisah dan salting. Suami gw sampe ngomel-ngomel..dia bilang kerjaan kantor gw aja udah cukup banyak, ngapain sih iseng banget kirim email yang belum ketentuan benar enggaknya. Nggak ada manfaatnya, malah membawa musibah. Iyyya sehhh…..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home