Bulan Bintang & Matahari

I am not a star. I am not even close to be the Sun. I am not able to reflect light from the Sun when night comes. I am only a traveller who is wandering around this small world, doing little business, living small history. But I have a " Bulan Bintang & Matahari" consist of me, him, and our little Kaylia. That is what I call my universe : bulan bintang dan matahari.

Monday, March 14, 2005

Anniversary

Hari ini sahabat gue berulang tahun. Hip..hip..huree...(ps: Met ultah ya, say...) Pas gue telefon dia tadi pagi, ternyata dia sedang ada di suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan (kepengen nggak sih?). Dia lagi menyepikan diri. Mungkin tujuannya biar lebih deket ke Dia. Mungkin juga biar lebih intens dalam bercakap-cakap dengan Dia. Yang jelas, gue ikut seneng bahwa perayaan ulang tahunnya lebih dekat kepada kebaikan. Insya Allah.

Dalam lubuk hati gue yang paling dalam, gue bisa memahami kerinduannya untuk beribadah bersama dalam suatu kebersamaan yang disukai Allah SWT. Fitrah manusia untuk saling menyayangi dan berbagi kasih memang nggak terbatas pada pernikahan, tapi ketika Allah SWT menciptakan pasangan dari jenis kita sendiri tentu Dia memberi pesan khusus.

Pesan itu pasti berlaku bagi seluruh umat manusia, baik yang akan menikah, belum menikah, sudah menikah, sudah bercerai, atau yang berniat tidak menikah. Buat gue yang alhamdulillah oleh Allah SWT hingga saat ini dikaruniai jodoh dan rumah tangga, pesan itu terkadang tidak terpikirkan bahkan terlupakan. Tertimbun oleh tumpukan kerjaan rumah tangga (meski sejujurnya jarang banget gue kerjain), kerjaan kantor, urusan anak, ortu/mertua, dll. Perumpamaan termudah : bagai kacang lupa ada kulitnya...hehehe, artinya gue lupa bahwa pernikahan dan rumah tangga gue ada hikmahnya. Tergantung gue, cukup cerdas nggak untuk memahami dan mengambil manfaatnya.

Ga kerasa gue udah nikah 3 tahun, tanggal 24 Maret ini. Pengalaman gue berumah tangga masih jauh banget dibanding pernikahan bokap-nyokap gue yang udah 31 tahun atau mertua yang udah ampir 40 tahun. Gue hanya berdoa mudah-mudahan rumah tangga ini diberkahi dan mendatangkan barokah juga bagi anggota keluarga dan saudara-saudara muslim gue.

Sebagai pasangan, gue nyadar banyak banget kekurangan gue. Mudah-mudahan dia ikhlas dan tulus menerima gue dan tetap semangat untuk mencintai gue dengan benar : menghormati dengan tulus keberadaan gue sebagai ”manusia”, mengingatkan dengan sabar, menyayangi, memarahi ketika perlu, menjaga gue, dan tentu saja mensyurgakan gue (meminjam istilah dari sahabat gue yang sedang ultah itu).

Tentang dia, gak banyak yang bisa gue tulisin. Standar laki-laki dengan seabrek kelebihan dan sedikit kekurangan di mata gue. Tapi yang jelas dia membantu gue mekar jadi bunga. Dan itu udah melukiskan semuanya.

O ya, tentang sahabat gue tadi, Insya Allah akan memberikan yang terbaik untuknya. Jodoh terbaik yang dipilihkan Dia, rumah tangga yang sakinah dan penuh berkah, dan keluarga yang membawa kemaslahatan bagi jagat raya dan isinya. Insya Allah juga akan tiba saat terbaik, tempat terbaik, dan jalan terbaik baginya. Tentu apa yang belum tampak di mata kita itu tidak akan mengurangi karunia Allah yang lain : kesempatan mengenal-Nya, kesehatan, kecukupan, dan lain-lain. Sabar ya, prenk....

OK deh, segini dulu.
P.S. : Bon anniversaire, mon cher !!!

1 Comments:

  • At 9:11 PM, Blogger Feti Fatimah said…

    Thanks Ian atas doanya.
    Mudah-mudahan doa seorang sahabat dikabul oleh Allah SWT ya.
    Anniversary gue taun ini emang sedikit berbeda ritualnya, kalo dulu - dulu lebih banyak dihabiskan dengan makan bareng temen-temen deket, sekarang ini gue lebih milih menyepi di perkampungan untuk introspeksi diri dan memohon doa dengan khusyu
    sama yang di atas...

    udah masuk dekade ke - 3 nih...

    duh gusti... jangan tinggalin gue ya, meski gue sering banget ninggalin gusti.
    AMPUN

     

Post a Comment

<< Home